Bapak – Nur Anas Djamil

Ini sebahagian dari sejarah hidup ayah saya yang sempat saya catat.

PAYAKUMBUH 1931 – 1948
1931 Lahir di Balaimansiro, Payakumbuh pada 17 Oktober 1931 dari pasangan Nurani Djamil dan Rakiah.
1936 – 1937 Taman Kanak-kanak Bustanul Athfal (Muhammadiyah), Kubang, Payakumbuh
1938 – 1942 Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Persatuan Guru Indonesia, sekolah swasta sampai kelas empat di kota Payakumbuh. Tahun 1942 penjajah Jepang masuk ke Payakumbuh dan kembali ke Balaimansiro.
1942 – 1944 Sekolah sambungan di Dangung-dangung (setingkat Sekolah Dasar) dan kembali duduk kembali di kelas empat  sampai tamat kelas lima. Menerima ijazah.
1945 – 1946 Madrasah Mahad Islami (sekolah agama) di kota Payakumbuh, Ibtidaiyah dan langsung masuk kelas tiga.
1947 – 1948 Tsanawiyah Muhammadiyah, Kubang. Langsung masuk kelas empat.
1949 Anggota Tentara Pelajar Gapeda Payakumbuh Utara.
PADANG PANJANG 1949
1949 Madrasah Aliyah Kulliyatul Muballighihen, Padang Panjang. Belanda kembali menjajah dan perang dengan Belanda kembali bermula, dan pulang kembali ke kampung di Balaimansiro.
PAYAKUMBUH 1931 – 1948
1948 – 1950 Tinggal di kampung Balaimansiro dan bersekolah darurat di Kubang. Kota-kota penting dikuasai oleh Belanda.
PADANG PANJANG  1950 – 1953
1950 – 1953 Kembali ke Padang Panjang dan masuk Mu’allimin ‘Ulya, Sekolah Guru Agama Atas (SGAA), sampai tamat.
Yogyakarta  1953 – 1962
1953 – 1954 Sekolah persiapan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN), Yogyakarta. Tahun 1955 mendapat beasiswa ikatan dinas sampai tamat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia, dan bebas memilih pekerjaan setelah tamat sebagai pegawai negeri.
1957 – 1958 Pengurus Senat Mahasiswa PTAIN Yogyakarta.
1955  Anggota pendiri organisasi Ikatan Wartawan Mahasiswa Indonesia (IWMI).
1955 – 1957 Anggota pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN), Yogyakarta.
1955 – 1960 Sekretaris dan Ketua Redaksi majalah mahasiswa Criterium Yogyakarta.
1954 – 1962 Kuliah di PTAIN sampai mendapat ijazah Doctorandus atau Drs.
1959 Menikah dengan Sofiah Djamaris di Yogyakarta. Akad nikah dilaksanakan di Jalan Sindunegaran 18, dan resepsi pernikahan di asrama PTAIN Jalan Sumbing 6, Yogyakarta.
PADANG 1963 – 1966
1963 – 1966 Pulang ke Padang, setelah keluar Surat Keputusan menjadi dosen di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Andalas (UNAND). Pengurusan surat ini dilakukan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, dan suratnya keluar tiga hari setelah diurus. Sebelumnya gagal dalam ujian masuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut  (TNI-AL) di Jakarta pada tahun 1962. Awal Januari 1963 langsung mengajar Pendidikan Agama Islam di UNAND.
1964 – 1966 Anggota pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat.
1965 – 1966 Dekan Fakultas Adab, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
BUKITTINGGI 1966 – 1974
1966 – 1967 Ditugaskan sebagai Pembantu Dekan bidang Kemahasiswaan di Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS) IKIP di Bukitinggi. Rektor pada waktu itu adalah Prof. Dr. Isjrin Noerdin dan Dekan FKSS adalah Jacub Isman, M.A.
1967 – 1969 Ketua Jurusan Bahasa Arab di FKSS IKIP. Karena tidak ada dosen dan peluang kerja yang sukar bagi lulusan, Jurusan Bahasa Arab di FKSS IKIP terpaksa ditutup.
1969 – 1971 Dekan FKSS IKIP di Bukittinggi. Salah satu tugas yang diemban adalah mengurus pepmbebasan tanah untuk pembangunan kampus IKIP di Bukitinggi. Namun tidak berhasil. Hal ini juga disebabkan oleh kelalaian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
* Ketua Mesjid Raya Bukittinggi. Jabatan ini direkomendasikan oleh H. Mansoer Daoed Dt. Palimo Kayo, ulama terkemuka Indonesia asal Sumatera Barat dan pernah pernah ditugaskan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk negara Irak.
1973 – 1975 Pembantu Dekan bidang Keuangan di Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS) IKIP. Tahun 1974 pindah ke Padang.
PADANG 1974 – SEKARANG
1974 – 2001 Dosen Pendidikan Agama Islam di IKIP Padang, Universitas Andalas dan Universitas Bung Hatta (sejak tahun 1981).
1975 – 1976 Menjadi peserta di Pusat Latihan Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LEKNAS-LIPI) di Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) yang diketuai oleh Dr. Alfian selama satu tahun.
1976 – 1977 Melakukan penelitian dengan topik “Tarekat Syattariyah di Sumatera Barat” yang dibiayai oleh LEKNAS-LIPI. Penelitian ini adalah penelitian grounded theory yang mengacu pada seperangkat metode induktif yang sistematis untuk melakukan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk pengembangan teori.
1984 – 1990 Pindah ke Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) IKIP Padang dan menjadi Ketua Jurusan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU).
1987 – 1998 Anggota pengurus Islamic Center, Sumatera Barat.
1991 – * Anggota Dewan Penasehat ICMI Korwil, Sumatera Barat.
* Ketua Ruang Pendidik Indonesisch Nederlansche School (INS) Kayutanam, Padang Pariaman.
1995 – 2000 Ketua Umum, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Sumatera Barat.
2000 – 2020 Penasehat, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Sumatera Barat.
1996 – * Ketua Dewan Mesjid Indonesia, Sumatera Barat.
1996 – * Ketua Komisi Majlis Ulama Indonesia, Sumatera Barat.
1991 Diangkat menjadi Profesor dalam bidang Islamologi di IKIP Padang.
2001 Pensiun dari IKIP Padang pada umur 70 tahun.
2010 – 2015 Ketua Lembaga Amil Zakat Infak dan Sadaqah, Muhammadiyah Sumatera Barat.
* Pengurus Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Sumatera Barat.

* belum mendapat informasi tahun berapa.